Garam Yang Tidak Asin Oleh Ajahn Chah (kutipan Buku 108 Perumpamaan Dhamma)

👁 1 View
2019-09-05 10:59:12

Seorang bhikkhu yang menyatakan dirinya adalah sebagai seorang meditator suatu waktu datang ke sini
dan memohon untuk tinggal di sini bersama saya. Dia bertanya mengenai cara kita berpraktek, dan saya
memberitahu dia, “Jika kamu tinggal dengan saya, kamu tidak dapat menyimpan uang atau benda-benda
berharga lainnya. Saya mengikuti Vinaya.” Dia berkata bahwa dia mempraktekkan ketidakmelekatan. Saya berkata, “Saya tidak paham apa maksudmu.”
Jadi dia bertanya, “Jika saya menggunakan uang tanpa kemelekatan, bisakah saya tinggal di sini?”
Jadi saya berkata, “Tentu. Jika kamu dapat makan garam tanpa merasa bahwa garam tersebut asin,
maka kamu bisa tinggal di sini. Jika kamu semata-mata menyatakan dirimu tidak melekat padahal kamu tidak merasa suka mematuhi peraturan-peraturan yang menjengkelkan kamu ini, maka akan sulit untuk tinggal di sini. Tetapi jika kamu dapat makan garam tanpa merasa garam tersebut asin, maka saya akan percaya padamu. Dapatkah kamu benar-benar memakan setengah potongan garam tanpa merasa asin? 
Permasalahan ketidak-melekatan ini bukanlah sesuatu yang hanya bisa kamu katakan atau kamu duga. Jika
kamu tetap berkata demikian, kamu tidak dapat tinggal bersama saya.”
Dan dia pun pergi.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com