Hidup Bersama Orang Sulit (Kutipan Buku Si Cacing & Kotoran Kesayangannya 2)

👁 1 View
2019-09-23 13:24:49

Beberapa orang bertanya kepada saya, bagaimana cara menangani orang-orang yang sulit. Di lingkungan kerja, kadang kita bertemu dengan orang-orang semacam ini.

Pertama-tama, terapkan prinsip bahwa: kita tidak akan pernah bisa lolos dari orang sulit. Orang yang sulit adalah bagian dari hidup. Bahkan sekalipun saya meninggalkan keduniawian untuk menjadi biksu, saya pikir saya hanya akan hidup bersama orang-orang yang tercerahkan, namun sayangnya tidak semua biksu adalah orang yang tercerahkan. Sebagian besar biksu tidak Iangsung tercerahkan dan sebagian sangat sulit diajak hidup bersama.

Kenyataannya, sebagai biksu sepuh, saya sering mendapat surat permintaan untuk menampung biksu dari wihara lain yang mengatakan, ”Kami punya biksu ini......” Dan jika mereka menulis ”ia menyenangi kesunyian’,’ itu sesungguhnya sandi untuk mengatakan bahwa biksu itu tak bisa akur dengan siapa pun, atau "ia pekerja yang sangat baik’,’ artinya ia tidak bisa bermeditasi sekalipun terancam maut, atau "ia sangat introspektif dan kontemplatif’: yang berarti ia mencari-cari kesalahan orang dan mengatakannya kepada orang Iain.

Jadi biasanya jika mereka bilang bahwa mereka ingin mengirim biksu dari wihara lain, kami menelepon biksu yang bukan kepala wihara itu, melainkan biksu lainnya untuk mencari tahu orang macam apa yang mereka kirimkan untuk memastikan orang itu tidak bakal menjadi pembuat onar.

Jika, entah bagaimana, pembuat onar datang ke bisnis keluarga Anda, atau Anda lahir bersama mereka, mereka keluarga Anda, atau Anda jadi guru mereka, atau mereka muncul begitu saja dalam hidup Anda, apa yang bisa Anda lakukan?ini adalah masalah yang setiap dari kita harus hadapi dari Waktu ke Waktu: berurusan dengan orang sulit.

Bagaimana kita menangani hal ini? Nomor satu: terimalah bahwa orang sulit adalah bagian dari hidup. AIih-alih menjadi galau sendiri, ”Aku tidak menginginkan ini... ini salah! Mengapa aku harus berurusan dengan ini? Mengapa harus saya?” Ketimbang segala macam pemikiran negatif yang bikin masalah tambah rumit, kadang kita cukup belajar cara hidup bersama orang sulit

Ketika saya masih muda, ketika belum banyak buku spiritual terbit, saya ingat akan seorang guru spiritual tua yang istimewa. la tinggal di Perancis pada zaman antara Perang Dunia 1 dan ll. Namanya Gurdjieff. la adalah seorang pemimpin komunitas spiritual kecil. Nah, dalam komunitas itu ada satu orang pembuat onar-orang yang begitu sulit untuk diajak tinggal bersama. Semua anggota komunitas itu sering sekali mengeluh kepada guru mereka, “Orang ini benar-benar bagaikan duri dalam daging. Dia tidak pemah bersih-bersih, selalu bikin ribut, makan semua yang enak - enak, benar-benar sulit dan egois, dia sama sekali tidak spiritual. Bolehkah kami mengusirnya ?”Gurdjieff selalu mengatakan,”Ti dak Jangan. Belajarlah dari hal ini. Sabarlah, milikilah batin yang lebih lapang dan berbelas kasih.”

Setiap orang mengeluhkan orang ini, namun Gurdjieff tidak pernah mengusirnya. Sampai setelah guru besar Ini meninggal ketika mereka menelusuri surat-surat dan berkas miliknya, mereka menemukan buku catatan keuangan komunitas itu. Setiap anggota komunitas itu membayar Iuran agar bisa tinggal disana, namun dalam catatan itu si pembuat onar adalah satu-satunya yang bukan hanya tidak membayar, namun malah mendapat uang dari Gurdjieff‘. Ternyata dia adalah anggota komunitas yang dibayar oleh Gurdjieff untuk mengusik komunitasnya, membuat orang kesal dan marah, untuk mengajari semua orang bagaimana menjadi Iebih toleran.

Sangatlah mudah berdamai dan memiliki cinta kasih kepada orang-orang yang kita sukai. Namun, ujian spiritual sejatinya adalah jika kita bisa memiliki belas kasih dan kedamaian terhadap haI-hal-terutama‘ orang-orang-yang tidak kita sukai. Mudah saja menolerir orang yang baik, namun menolerir orang yang sulit? Itu baru perjuangan yang sebenarnya!

Itulah tantangannya. Itulah bagaimana kita bisa belajar dan berkembang. Jika kita belajar memiliki toleransi terhadap orang yang sulit, maka kita juga bisa belajar menolerir berbagai kesulitan dalam hidup seperti penyakit,usia tua, kekecewaan ,jatuhnya bursa saham,dan segala kesulitan lain. Semua ini karena hidup ini memank sulit.

Singkatnya,cara pertama menangani orang sulit adalah selalu ingat bahwa apapun yang kita lakukan,betapa pun kita berupaya dan berjuang, Orang sulit akan selalu ada dalam hidup kita.

https://www.instagram.com/p/B2vexh5H_IR/?igshid=m4wvp16xbtw1

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com