Kebenaran untuk Kebahagiaan (Kutipan Buku Melihat Kehidupan Ke Dalam)

👁 1 View
2019-09-24 16:04:03

Apakah arti ’benar’ menurut Dhamma? Apakah arti ’benar’ yang
dimaksudkan oleh Guru Agung kita?

Pada waktu itu suku Kalama sedang bingung.

Seorang Guru datang mengatakan, ”Hanya ini yang benar, yang Iain salah.”

Lalu Guru yang lain datang mengatakan, ”Yang ini benar, yang itu keliru.”

Guru yang Iain lagi datang mengatakan, ”Hanya yang ini benar, yang Iain jangan digubris.”

Mereka bingung. Mana yang sungguh-sungguh benar?

Ketika Guru Agung kita Buddha Gotama datang, suku kalama Sudah curiga: Guru ini jangan-jangan juga mengatakan bahwa
hanya ini yang benar, yang lainnya salah. Akan tetapi, Guru Agung kita tidak mengatakan seperti itu. Apa yang dikatakan oleh Guru Agung kita?

”Wahai suku Kalama! Dengarkan! Jika ada ajakan, Jika ada anjuran, jika ada ajaran, Engkau dengar, Engkau timbang - timbang, Engkau pikirkan, Engkau analisa. Jika ajakan itu, anjuran itu, Engkau lakukan akan merugikan orang lain, akan merugikan dirimu sendiri, maka ajaran itu, anjuran itu tidak benar. Akan tetapi jika ajakan itu, anjuran itu Engkau lakukan, orang lain mendapatkan manfaat, Engkau mendapatkan manfaat, maka anjuran itu, ajakan itu benar.”

ltulah arti ’benar’ menurut kriteria Guru Agung kita. Arti ’benar’ menurut Guru Agung kita bukan arti ’benar’ seperti analisisnya para filsuf. Para filsuf mencari kebenaran untuk kebenaran. Guru Agung kita tidak. ”Aku mengajarkan kebenaran hanya yang ada hubungannya dalam usaha manusia mencapai kebahagiaan.”

Sekalipun benar, tetapi jika tidak ada kaitannya untuk mencapai kebahagiaan, Guru Agung kita tidak mengajarkannya.

Benar yang Sesungguhnya
Apabila sesuatu itu merugikan orang lain, merugikan diri sendiri, maka menjadi tidak benar. Jika sesuatu itu menguntungkan diri sendiri, merugikan orang lain, maka tetap tidak benar.

Akan tetapi apabila sesuatu itu bermanfaat untuk orang lain, orang banyak, bermanfaat untuk dirinya sendiri, itulah arti ’benar’ yang sesungguhnya.

Selanjutnya Guru Agung kita menjelaskan:
"Jika Engkau menghindari pembunuhan. Jika Engkau tidak membunuh, Engkau tidak menyakiti, itu baik dan benar.

Jika Engkau tidak mencuri, tidak nyolong, tidak korupsi meskipun kecil, itu baik dan benar.

Jika Engkau setia pada pasangan, tidak selingkuh, itu baik dan benar.

jika Engkau tidak menipu, tidak bohong, itu sangat baik dan benar.

Jika Engkau tidak berdekatan dengan narkoba, tidak bermabuk-mabukan, itu sangat terpuji, baik dan sangat benar.”

Inilah Dhammādhipateyya, arti ’benar’ yang dijelaskan oleh °‘ Guru Agung kita. Suku Kalama menerima. Kecelek suku Kalama.

Mereka yang semula sudah mengira bahwa Sang Buddha akan mengatakan bahwa hanya ini yang benar, yang lain keliru. Ternyata tidak!

Guru Agung kita menganjurkan bahwa siapa pun yang mengajarkan, siapa pun yang menganjurkan, jika itu bermanfaat untuk orang banyak, bermanfaat untuk diri Anda, itu Dhamma. ltu baik. ltu benar.

Kritik dan saran,hubungi : cs@sariputta.com